Labels

Thursday, February 21, 2013

REG SEEKER

RegSeeker Screenshot
RegSeeker includes a powerful registry cleaner and can display various informations like your startup entries, several histories (even index.dat files), installed applications and much more !
Last update 20 Feb. 2013 Licence Free OS Support Windows  

CS GLOBAL 2013






Counter-Strike: Global Offensive is not exactly a sequel, but rather a refinement of what is regarded by many people as the best competitive online FPS ever made. It's a fantastic update to a genuine classic, and essential gaming for Windows and Mac.
The basic idea of Counter-Strike: Global Offensive is two teams, terrorists and counter-terrorists fighting each other in a variety of maps, with a secondary objective, such as hostage rescue. There are classic game modes, where you fight in rounds of short games. Death is permanent in each game, so if you die, you sit out until the next game. There is no XP (experience points) upgrading like in Battlefieldetc, making this a purely skill based game.

DOWNLOAD HERE

Tuesday, February 19, 2013

PENCAPAIAN TERBESAR MANUSIA

Kini satelit Voyager-1 telah memasuki kawasan yang disebut sebagai ‘stagnation region’.

Lebih dari tiga dekade setelah diluncurkan, satelit ruang angkasa Voyager-1 milik NASA sedikit lagi lepas dari tata surya. Ia kini telah memasuki kawasan baru yang letaknya ada di antara sistem tata surya dan ruang antar bintang.

Voyeger-1 berjarak 11 miliar mil dari Bumi dan adiknya, Voyager-2 berjarak 9,5 miliar mil dari Bumi.
Kawasan yang oleh para ilmuwan disebut sebagai ‘stagnation region’ itu berjarak hingga sekitar 113 astronomical units (AU) atau sekitar 16,9 miliar kilometer dari Matahari.
Voyager-1, yang kini berjarak 11 miliar kilometer dari Matahari telah menjelajah pinggir tata surya sejak 2004 dan mulai masuk ke stagnation zone pada awal pekan ini.
Meski begitu, satelit tersebut masih harus bertahan sedikit lagi sebelum ia benar-benar keluar dari tata surya.
Dan jika berhasil, ia akan menjadi benda luar angkasa buatan manusia pertama yang tiba di interstellar space, atau ruang maha luas yang berada di ruang antara bintang.
Menurut NASA, baterai milik satelit ruang angkasa buatannya itu hanya punya kapasitas yang cukup untuk memasok daya hingga 2020.

Wahana-wahana antariksa tak berawak milik peradaban manusia Bumi terjauh sepanjang sejarah manusia, Voyager-1, Voyager-2 dan Pioneer.
Namun demikian, ilmuwan memperkirakan, Voyager- 1 akan tiba di interstellar space sebelum baterainya habis. Diperkirakan, dalam hitungan bulan hingga beberapa tahun ke depan.
Pada ajang American Geophysical Union yang berlangsung di San Francisco, Ed Stone, Chief Scientist dari Jet Propulsion Laboratory NASA menyebutkan, pihaknya tidak bisa menentukan kapan Voyager-1 akan tiba di ruang tersebut.
“Kami tidak bisa menentukannya karena tidak ada pesawat ruang angkasa yang pernah pergi sejauh ini,” ucap Stone, seperti dikutip dari FoxNews, Selasa Desember 2011. “Perjalanan masih terus berlanjut,” ucapnya.

Wahana antarksa tanpa awak Voyager dan bagian-bagiannya.
Voyager-1, dan kembarannya yakni Voyager 2, diluncurkan pada 1977 dalam misinya menjelajahi planet-planet luar tata surya seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Setelah misi utama mereka tuntas, keduanya bergerak menuju interstellar space, namun menggunakan arah yang saling berlawanan.
Voyager 2, yang bergerak lebih lambat dibanding Voyager 1 kini berada di jarak 9 miliar kilometer dari Matahari

REAL ALIEN

Ilmuwan menilai matahari merupakan alat komunikasi terbaik jika manusia bisa memanfaatkannya secara optimal. Bahkan, matahari dapat membantu komunikasi dengan alien. Lho koq bisa?
Jika gravitasi matahari dapat digunakan untuk menciptakan teleskop raksasa, manusia juga bisa mengirim dan menerima sinyal magnetik secara intensif yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan peradaban alien.
Berdasarkan teori relativitas Einstein, massa matahari yang sangat besar merupakan media bagi ruang waktu di sekitarnya.
Ini menciptakan semacam tikungan sinar terang yang dapat dilewati oleh lensa raksasa.
Jika detektor ditempatkan pada jarak fokus yang sesuai untuk mengumpulkan cahaya, maka gambar yang dihasilkan dapat pula menghantarkan arus magnet besar.
Namun, titik fokus terdekat berada di 550 kali jarak antara Bumi dengan matahari.

Human can using the Sun to contacting Aliens
Meskipun demikian, kekuatan itu dapat dimanfaatkan oleh bumi untuk melihat obyek yang jauh, berkomunikasi dengan satelit antar bintang dan berhubungan dengan alien.
Teknik ini dapat diterapkan untuk cahaya optik atau cahaya yang lebih panjang dari spektrum radio.
Tambahan, meskipun jaringan yang lebih kuat dapat terbentuk dari penempatan pesawat anariksa yang mampu relay jaringan tapi ‘jembatan radio’ itu dapat mendistorsi komunikasi kosmik.
“Jika kita dapat memanfaatkan lensa grafitasi matahari, manusia dapat terus berhubungan dengan satelit dengan jarak berapapun,” kata Claudia Maccone, direktu teknis di International Academy of Astronautics, Paris.
“Ini adalah kunci untuk melakukan eksplorasi lingkungan galaksi manusia di abad mendatang,” tambahnya lagi. Hasil studi ini telah dipublikasikan di jurnal Acta Astronautica

LALAM SEMESTA LEBIH DARI 1

Benarkah ada alam semesta selain yang kita diami sekarang? Teori fisika modern membenarkannya.  Berdasarkan teori itu, semesta tak cuma satu, dunia adalah dunia yang multiverse.
Semesta tempat kita hidup berada dalam sebuah gelembung di mana ada semesta lain yang terdapat di dalamnya. Tabrakan antarsemesta adalah hal yang mungkin terjadi.
Fisikawan dari University College London (UCL) kini mengembangkan cara untuk mendeteksi jejak tabrakan itu. Mereka membuat simulasi langit dengan atau tanpa tabrakan dan mengembangkan algoritma dasar untuk menentukan citra yang sesuai dengan data radiasi gelombang mikro kosmos dari Wilkinson Microwave Aniostropy Probe (WMAP) milik NASA.

Metode yang dikembangkan para ilmuwan itu dipublikasikan di jurnal Physics Review Letters dan Physical Review D yang terbit Juli 2011. Algoritma yang dikembangkan memiliki keampuhan sebab bisa menyelesaikan masalah yang sering dihadapi saat ini dalam mendeteksi jejak tabrakan antarsemesta.
“Semua pola-pola yang didapatkan dalam data acak terlalu mudah untuk diinterpretasikan lebih (seperti klaim penemuan pahatan wajah Mahatma Gandhi di Mars yang ternyata citra gunung). Jadi kami berhati-hati dalam melihat data, seberapa mungkin tanda tabrakan ini cuma kebetulan,” kata Daniel Mortlock, ilmuwan UCL yang terlibat penelitian ini.

Mortlock mengatakan, dengan mengembangkan metode untuk mendeteksi tabrakan, teori bahwa dunia terdiri atas banyak semesta bisa dibuktikan atau dibantah. Selama ini, beberapa klaim penemuan jejak tabrakan antarsemesta ada, tapi belum bisa dipastikan bahwa jejak yang dimaksud adalah hasil tabrakan atau hanya noise dalam data.
Seperti dikutip Physorg, Rabu (3/8/2011), Stephen Feeney, pelajar UCL yang terlibat penelitian itu mengungkapkan, “Penelitian ini memberikan kesempatan untuk membuktikan teori yang benar-benar mengejutkan, bahwa kita ada dalam dunia yang multiverse, di mana semesta lain juga eksis di dalamnya.”
Berikut video simulasi 3 dimensi tentang alam semesta. Namun karena keterbatasaan zoom, maka pada awalnya dimulai hanya 1,5% saja dari total diametar alam semesta. Pada awal video ini, dimulai pandangan awal semesta yang lebarnya sudah dari 2,4 tahun cahaya.
Lalu saat perjalanan di zoom mendekat, dan setiap titik di dalam video ini adalah galaksi. Dan setiap galaksi tersebut terdiri dari ratusan miliar sistem bintang.

Hot News

NEW YORK – Sejumlah astronom telah menemukan jejak massa air tertua, terbesar dan terjauh yang pernah terdeteksi di jagat raya ini.
“Awan raksasa yang berumur 12 miliar tahun ini setara dengan 140 triliun kali lebih banyak dari seluruh massa air yang bisa dikumpulkan di Bumi.”
Uap atau awan raksasa ini diketahui mengelilingi lubang hitam besar (supermasif black hole) bernama Quasar yang letaknya 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Penemuan itu lalu menunjukkan, keberadaan air disana itu telah ada hampir semenjak jagat raya ini terbentuk.
Karena cahaya tersisa yang kita lihat di Quasar ini sebetulnya tercipta 12 miliar tahun yang lalu, kami melihat kandungan air itu tercipta sekitar 1,6 miliar setelah jagat raya terbentuk,” ujar Alberto Bolatto, astronom dari Universitas Ma ryland yang melakukan riset itu seperti dikuti Space.com, Kamis (22/7/2011)

Biggest water in the universe found in Quasar (illustration)
Penemuan ini mendorong munculnya fakta baru adanya air tertua yang terdeteksi di jagat raya. Jarak waktu dari kandungan air ini terbentuk dengan peristiwa Big Bang atau kemunculan jagat raya hanya 1,6 miliar tahun.
“Awan air” yang berada di sekitar lubang hitam Quasar tersebut diperkirakan memiliki temperatur 53 derajat Celcius. Tingkat kerapatannya 300 triliun kali lebih rendah dari atmosfer Bumi.
Pengukuran atas awan air dan molekul lain yang ada di sekitarnya macam karbon monoksida menjadi energi bagi lubang hitam untuk bisa berkembang lebih besar hingga 6 kali lipat dari ukuran saat ini.
Lalu, akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang penemuan ini. Salah satunya adalah: mungkinkah ada makhluk hidup di dalam kumpulan “awan air” tersebut?
Seperti teori yang sangat terkenal di dunia sains, “Jika ada air, sangat besar adanya kehidupan.”

HUBBLE PHOTOS

Teleskop antariksa Hubble mengabadikan citra yang mengagumkan, pemandangan terjauh di jagat raya! Pemandangan ini mengungkap ribuan galaksi berjarak miliaran tahun cahaya dari Bumi!!

Hubble Telescope
Citra yang dihasilkan teleskop Hubble disebut X-treme Deep Field (XDF). Citra ini dihasilkan dari kombinasi pengamatan teleskop Hubble selama 10 tahun pada sepetak langit.
Beberapa galaksi yang diungkap lewat citra ini bahkan sepermiliar lebih redup dari yang bisa dilihat manusia!
XDF adalah sekuel dari citra Hubble Ultra Deep Field yang diambil tahun 2003 dan 2004.
Namun, XDF menyuguhkan citra yang lebih jauh hingga masa 13,2 miliar tahun yang lalu. Semesta sendiri tercipta 13,7 miliar tahun lalu lewat Big Bang.
“XDF adalah citra yang paling dalam yang pernah didapatkan dan mengungkap galaksi paling jauh dan redup yang pernah dilihat,” kata Garth Illingworth dari University of California, Santa Cruz.
“XDF memungkinkan kita mengeksplorasi waktu jauh ke belakang,” tambah pimpinan invesgitasi Hubble Ultra Deep Field tahun 2009 ini, seperti dikutip Space.com, Selasa (25/9/2012). Lokasinya berada di konstilasi Lepus, Columbia dan Cetus.
Dalam citra tersebut, terungkap ragam bentuk galaksi, mulai yang berbentuk spiral seperti Bimasakti, hingga yang berupa gumpalan, sebagai hasil dari tumbukan antar-galaksi. Galaksi yang kecil dan redup yang bisa jadi merupakan biji dari galaksi saat ini pun tampak.

Hubble X-treme Deep Field (XDF) menyorot lokasi yang berada di konstilasi Lepus, Columbia dan Cetus.
XDF sebenarnya hanya menyuguhkan galaksi yang berada di bagian selatan konstelasi Formax. Area wilayah ini hanya sepersekian dari area Bulan Purnama. Di wilayah itu saja, Hubble sudah mengungkap 5.500 galaksi.
XDF pun mengungkap galaksi termuda yang pernah ada, berumur hanya 450 tahun lebih muda dari Big Bang. Hubble diluncurkan pada tahun 1990 atas kerja sama Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan European Space Agency. (hubble/space.com/kompas)


Penampakan dekat (zoomed) dari X-treme Deep Field (XDF) oleh teleskop Hubble. Terlihat beberapa galaksi dari gambar sebelumnya diatas. Tepatnya bagian atas agak kiri pada gambar diatas.

Teleskop Hubble melihat ke masa lalu dengan urutan: Galaksi Normal, Galaksi masa kini, HDF (Hubble Deep Field), HUDF (Hubble Ultra-Deep Field), Galaksi-galaksi pertama, Bintang-bintang pertama, Masa Gelap dan masa paling awal yaitu Masa Radiasi (Big Bang)